Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) saat ini, menyatakan bahwa mesin kini mampu mengungguli juara catur. Pernyataan ini disampaikan dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (Dialog Nasional Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) di Jakarta pada Minggu (28/6).

Menurut Prabowo, seluruh negara di dunia saat ini berlomba untuk menguasai AI, dengan tidak ada satu pun yang ingin tertinggal dalam teknologi tersebut. Oleh karena itu, ia mendesak para akademisi untuk tidak ketinggalan zaman dan beradaptasi dengan perkembangan ini. Ia juga meminta para guru besar untuk mendalami kemajuan AI agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.

Prabowo juga menyebutkan keberadaan "Agent AI", sebuah bentuk kecerdasan buatan yang dirancang untuk bekerja dan berkarya bagi individu, kelompok, korporasi, organisasi, atau bahkan negara. Diperkirakan, saat ini sudah ada sekitar 5 juta Agent AI yang beroperasi.

Meskipun demikian, Prabowo mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membawa dampak positif semata. Ia mengibaratkan teknologi sebagai pisau bermata dua, yang memiliki sisi positif sekaligus negatif. Bahkan, para penemu AI sendiri telah memberikan peringatan mengenai potensi masalah yang bisa ditimbulkan oleh teknologi ini bagi umat manusia.

Di sisi lain, Prabowo mengakui bahwa kemajuan teknologi juga mempermudah pekerjaan pemerintah. Ia mencontohkan bagaimana laporan dan aspirasi dari berbagai pelosok Indonesia dapat diterima melalui platform media sosial seperti TikTok. Ia sering menerima laporan dari anak-anak di daerah terpencil yang kemudian ia tindaklanjuti.