Lonjakan Beban Akuntansi Menekan Kinerja Keuangan

Laporan draf prospektus penawaran umum perdana memperlihatkan pelebaran defisit yang tajam pada keuangan Anthropic. Pengembang model kecerdasan buatan tersebut mencatatkan rugi bersih senilai US$80 miliar (sekitar Rp 1.449 triliun) sepanjang paruh pertama 2026, berbanding US$13 miliar (setara Rp 234 triliun) pada periode sebelumnya.

Sebagian besar dari defisit tersebut, yakni US$72 miliar, bersumber dari pos beban akuntansi. Komponen ini merefleksikan penyesuaian nilai estimasi surat utang yang beralih menjadi kepemilikan saham dan bukan merupakan pengeluaran kas langsung dari operasional korporasi.

Tingginya Kebutuhan Belanja Modal Industri AI

Kondisi finansial ini menggarisbawahi besarnya modal yang dibutuhkan dalam persaingan teknologi mutakhir, di mana pengembang model Claude ini bersaing ketat dengan platform semacam ChatGPT serta Meta. Entitas ini sebelumnya telah merancang anggaran hingga US$18 miliar (Rp 323,8 triliun) untuk penyediaan infrastruktur komputasi awan dan pemrosesan data selama rentang sepuluh tahun.

Kinerja historis juga memperlihatkan tren serupa. Sepanjang tahun 2025, kerugian bersih tercatat sebesar US$42 miliar (Rp 755,7 triliun) yang mayoritas dipicu oleh perlakuan akuntansi setara. Adapun kerugian murni dari kegiatan operasional mencapai US$8,1 miliar (Rp 145,7 triliun) dengan perolehan omzet US$4,6 miliar (Rp 82,8 triliun).

Pertumbuhan Penjualan dan Ekspektasi Penawaran Umum

Di tengah tekanan beban pembukuan, laju perolehan pendapatan tetap mencatat ekspansi. Penjualan pada kuartal ketiga terangkat 45% hingga menyentuh US$16,8 miliar (Rp 302,2 triliun) dalam periode tiga bulan tersebut. Kendati demikian, sebagian pemodal masih menyoroti ritme ekspansi yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi pasar.

Pelaksanaan penawaran umum perdana (IPO) dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Melalui pencatatan saham tersebut, kalangan investor memproyeksikan valuasi korporasi berpotensi menembus angka US$1,5 triliun.