Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) diproyeksikan mampu meraih keuntungan hingga Rp597 juta per tahun untuk setiap desa. Proyeksi ini didasarkan pada penyaluran barang subsidi secara penuh, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Joao menjelaskan bahwa angka tersebut melampaui ekspektasi awal pihaknya. Sebelumnya, Agrinas sempat melakukan perhitungan konservatif dengan skenario penyaluran barang subsidi sebesar 30 hingga 50 persen. Namun, Presiden menyetujui penyaluran 100 persen barang subsidi ke setiap desa, yang kemudian menghasilkan proyeksi keuntungan yang lebih tinggi.
Peran Ganda Kopdes Merah Putih
Selain berfungsi sebagai penyalur barang subsidi, Kopdes Merah Putih juga akan dikembangkan menjadi pusat distribusi yang lebih luas. Ini mencakup distribusi finansial, baik yang bersumber dari subsidi pemerintah maupun non-subsidi, yang dapat diakses langsung oleh masyarakat desa. Peran ini dianggap sangat penting untuk mendukung perekonomian desa.
Setiap Kopdes Merah Putih akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan fisik, gerai, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang operasional. Agrinas Pangan Nusantara telah melakukan pengadaan sebanyak 26 jenis barang untuk mendukung kebutuhan ini, termasuk kendaraan seperti mobil pikap, truk, dan motor roda tiga, serta sistem Point of Sales (POS), digitalisasi sistem, CCTV, dan pendingin ruangan (AC).
Skema Pembiayaan Inovatif
Joao menerangkan bahwa alokasi anggaran tersebut berasal dari realokasi dana desa (dana yang dialokasikan pemerintah pusat untuk desa) yang dikelola secara lebih efektif dan efisien. Dalam skema ini, Kementerian Keuangan akan melakukan pencicilan kepada Himbara (Himpunan Bank Milik Negara – asosiasi bank-bank milik negara) yang bertindak sebagai penyalur kredit.
Presiden Prabowo Subianto disebut telah melakukan inovasi terobosan dalam hal pembiayaan ini. Anggaran yang seharusnya diambil dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara – anggaran pendapatan dan belanja negara) tahun ini, kini disediakan oleh Danantara. Kementerian Keuangan kemudian akan bertanggung jawab atas pencicilan, yang diharapkan dapat menciptakan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat besar bagi bank-bank tersebut.
Skema pembiayaan ini juga memberikan kepastian bagi perbankan. Kredit yang disalurkan mendapatkan jaminan negara melalui Dana Desa, sehingga risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dapat ditekan. Jaminan negara ini dianggap sebagai terobosan luar biasa yang dilakukan oleh Presiden.