Surya Midha, seorang pengusaha muda berusia 22 tahun, telah mencatatkan namanya sebagai salah satu miliarder termuda di dunia berkat kesuksesan startup kecerdasan buatan (AI) miliknya, Mercor. Dengan kekayaan mencapai US$2,2 miliar atau sekitar Rp39 triliun per 31 Mei, Midha diakui Forbes sebagai miliarder termuda yang membangun kekayaannya sendiri (self-made) pada Daftar Orang Terkaya Dunia Oktober 2025. Pencapaian ini menempatkannya di garis depan inovator digital, bahkan melampaui Mark Zuckerberg yang meraih gelar serupa pada usia 23 tahun. Kisah Midha dan Mercor menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana inovasi berbasis AI dapat menciptakan nilai pasar yang luar biasa dalam waktu singkat.
Lahir di Mountain View, AS pada 3 Juni 2003, Midha dibesarkan dalam keluarga keturunan India. Sejak remaja, ia menunjukkan bakat luar biasa, termasuk memenangkan kompetisi debat tingkat nasional. Setelah sempat berkuliah di Georgetown University mengambil jurusan studi luar negeri, Midha membuat keputusan berani pada tahun 2023: mengambil cuti kuliah, kemudian drop out, untuk mendirikan Mercor di San Francisco. Ia tidak sendiri; dua teman SMA-nya, Brendan Foody dan Adarsh Hiremath, turut menjadi pendiri. Ketiganya merupakan penerima beasiswa dari Peter Thiel, salah satu pendiri PayPal, yang dikenal sebagai investor visioner.
Mercor didirikan dengan visi untuk merevolusi proses rekrutmen menggunakan teknologi AI. Platform ini dirancang untuk mempersingkat durasi perekrutan dan mengurangi bias manusia, memastikan bahwa kandidat terpilih murni berdasarkan kompetensi mereka. Fitur-fitur utamanya mencakup penyaringan resume kandidat secara otomatis dan wawancara berbasis AI. Model bisnis Mercor didasarkan pada komisi dari biaya pencarian per jam dan tarif pencocokan pekerjaan. Pendekatan inovatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga menjamin kualitas kandidat, sebuah aspek krusial bagi perusahaan yang ingin membangun tim berkinerja tinggi.
Kesuksesan Mercor melesat dengan cepat. Pendapatan perusahaan melonjak drastis dari US$2 juta menjadi US$500 juta dalam periode September 2024 hingga September 2025, dan sepanjang tahun lalu berhasil meraup US$760 juta. Salah satu klien terkemuka Mercor adalah OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, yang menunjukkan kepercayaan industri terhadap kapabilitas platform ini. Pada putaran pendanaan Seri C tahun 2025, kapitalisasi pasar Mercor mencapai US$10 miliar, dengan berhasil mengumpulkan US$350 juta dari investor. Perkembangan ini juga mencakup penyediaan ahli profesional di berbagai bidang seperti ilmuwan, dokter, dan pengacara untuk melatih model AI yang digunakan, memperluas cakupan layanan Mercor.
Sejak Oktober 2025, Midha menjabat sebagai Chairman Mercor, setelah sebelumnya menduduki posisi Chief Operation Officer. Meskipun kini memilih untuk menjauh dari sorotan media, warisan dan dampak inovasinya tetap terasa. Kisah Mercor dan Surya Midha menggarisbawahi pentingnya adaptasi terhadap teknologi AI dalam strategi bisnis modern. Bagi perusahaan B2B, terutama di Indonesia, ini adalah pengingat bahwa membangun platform digital yang efisien dan memanfaatkan AI untuk proses inti seperti rekrutmen dapat menjadi kunci pertumbuhan dan keunggulan kompetitif. Kemampuan untuk menarik talenta terbaik melalui sistem yang didukung AI, seperti yang ditawarkan Mercor, secara langsung berkontribusi pada pembangunan otoritas digital dan pertumbuhan berkelanjutan.
Santara Labs, sebagai penyedia solusi pertumbuhan digital berbasis AI, melihat kisah Mercor sebagai inspirasi. Ini menunjukkan bagaimana infrastruktur digital yang kuat, didukung oleh kecerdasan buatan, tidak hanya mengoptimalkan operasional tetapi juga mendorong pertumbuhan pendapatan dan membangun kredibilitas merek. Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, investasi pada sistem AI untuk rekrutmen, pengembangan platform, dan strategi SEO yang cerdas adalah langkah esensial untuk perusahaan yang ambisius. Kisah Surya Midha adalah bukti nyata bahwa inovasi AI adalah mesin penggerak utama di era ekonomi digital saat ini.